Kunlaptik ke Puskesmas Sidorejo Kidul dan B2V2PVR Salatiga

by - 21.16.00


Hari kedua bareng blogger Jakarta dan Kemenkes! masih dalam acara yang sama, rombongan kita menyambangi kota Salatiga untuk kunjungan lapangan temtatik. Kita dibagi menjadi 2 kelompok yang nantinya akan naik bis yang berbeda. Tujuan pertama adalah Puskesmas Sidorejo Kidul, Salatiga.

Sesampainya di Puskesmas Sidorejo Kidul, kita menuju Dinas Kesehatan Tingkir dan disambut oleh Ibu Nunuk Dartini SpD MSi selaku Camat Tingkir. Beliau merasa bangga karena Kecamatan Tingkir terpilih untuk dikunjungi Blogger Kesehatan pada acara Kunlaptik 2017. Beliau juga sangat mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)  Ibu Nunuk berharap bahwa blogger bisa memviralkan hal hal positive yang ada di Salatiga.


Selanjutnya dr. Desi Vebriana Pananingrum selaku Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul memberikan pemaparan tentang Puskesmas Sidorejo Kidul. Beliau menjelaskan tentang sejarah sampai visi misi Puskesmas ini sehingga menjadi Puskesmas terpadu dengan pelayanan yang terbaik. Salut dengan kerja keras mereka!

Selain itu, puskesmas juga menyediakan Klinik Konesling yang meliputi, Konseling Gizi, TB/Kusta, Sanitasi serta Sakit Jiwa. Ini yang menurutku unik dan bisa menjadi nilai plus, karena ada klinik konseling kejiwaan yang jarang sekali ditemukan di puskesmas-puskesmas lain. Padahal, penyakit kejiwaan itu berbahaya juga karena bisa menyerang mental pasien sampai ke fisik pasien.

Selanjutnya ada juga Implementasi Program Indonesia Sehat dimulai dari pendataan keluarga sehat, kemudian melakukan kegiatan kunjungan rumah dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Untuk mewujudkan kecamatan sehat dilakukan 3 upaya seperti: pembinaan keluarga siaga, pembinaan kesehatan dan PHBS disemua tatanan, sosialisasi dan memasyarakatkan GERMAS.

Setelah sesi pemaparan, selanjutnya rombongan kita berkeliling untuk melihat langsung puskesmas tersebut. Dari yang aku lihat, puskesmas bersih dan layanannya juga memadai. Ini dia penampakan puskesmasnya :

Blogger-blogger sedang mengabadikan poto buat dokumentasi
Puskesmas ini ada di kecamatan Tingkir

Puskesmas nyaman dan bersih

Pelayanan puskesmas juga memuaskan

----


Setelah sesi keliling puskesmas, diakhiri dengan ucapan terimakasih dari pihak rombongan kami dan pihak puskesmas yang sudah membantu melakukan dukungan GERMAS 2017 ini. Dengan bantuan dan dukungan teman-teman, semoga GERMAS 2017 ini sukses dan imbasnya ada di kita sendiri. Masyarakat Indonesia bisa lebih sehat!

Destinasi kedua kita selanjutnya adalah sebuah laboratorium bernama B2V2PVR. Loh, apa itu? kok namanya gitu? Iya, jadi laboratorium ini singkatan dari Balai Besar Penelitian dan pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit. Panjang bener ya?


Sesampainya disana kita disambut hangat oleh Dra. Widiarti, M.Kes selaku Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) B2P2VRP dan staff lainnya. Beliau berharap agar blogger dapat memperkenalkan pada masyarakat luas tentang Dunia Vektor.

Tujuan dari Dunia Vektor yaitu:
1. Menjadi pusat informasi, dokumentasi, display ekologi, & biologi juga pengendalian vektor dan reservoir penyakit
2. Menjadi wahana wisata ilmiah untuk memasyarakatkan cara pencegahan penyakit bersumber vektor dan reservoir
3. Memacu kreativitas peneliti dan masyarakat untuk menciptakan dan mengembangkan metode inovatif pengendalian vektor dan reservoir penyakit.

Ada yang tahu perbedaan antara vektor dan reservoir? Kalau vektor itu organisme yang bukan merupakan penyebab penyakit tetapi dapat menularkan, memindahkan agen penyakit dari suatu hewan ke hewan lain atau bahkan manusia, misalnya nyamuk sebagai vektor beberapa penyakit, yakni  demam berdarah dengue (DBD), Malaria, Chikungunya, Filariasis, dan Japanese Enchepalitis (JE).

Sedangkan reservoir adalah hewan yang terdapat kuman pathogen di dalam tubuhnya, hidup bersama dan tidak terkena penyakit, namun kuman pathogen tersebut tetap berbahaya bagi kesehatan manusia, misalnya tikus dan kelelawar.

Maka dari itu, penting banget lho menjaga kesehatan dari hewan-hewan yang membawa penyakit seperti itu. Kurangnya aware terhadap lingkungan sekitar juga bisa memicu hewan-hewan itu untuk datang ke lingkungan kita. Nah lho, memang harus hidup bersih kalo gini.

Saat di laboratorium ini, kita keliling dan belajar banyak banget ilmu tentang hewan-hewan tersebut. Laboratorium ini berperan untuk meneliti kemudian membuat solusi terhadap penyakit tersebut. Sebagai info, laboratorium ini adalah laboratorium pertama yang bekerjasama dengan WHO loh dalam hal penangkaran dan penelitian hewan-hewan tersebut.


 

 ---

Perjalanan kami berakhir di sini. Setelah selesai, kami berkumpul membentuk lingkaran dan saling mengucapkan terimakasih dari pihak masing-masing. Aku sendiri merasa senang dan ini jadi pengalaman yang tak berkesan buatku. Setelah tahu tentang ilmu kesehatan, aku janji bakal menerapkan buat diri sendiri dan tentu untuk orang-orang sekitarku. :)

Karena sebenarnya, hidup sehat berawal dari kesadaran dirimu sendiri. Jadi, semoga artikel ini dan artikel sebelumnya bisa menyadarkan kamu untuk selalu hidup sehat. Hidup sehat? Luar biasa!



You May Also Like

1 komentar